Rabu, 17 April 2019

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Beli FIFA 19

1. Liga Champions
Setelah sekian lama ditunggu oleh fans beratnya, Liga Champions (atau Champions League) hadir di FIFA 19.
Berhubung hanya versi demo, kamu hanya bisa bermain salah satu tim yang masuk ke dalam babak penyisihan grup Champions League--semi final dan final.
Meski begitu, format pertandingan yang ditawarkan mirip dengan asilnya.

2.Fisik Pemain Lebih Nyata

Setiap kali seri FIFA dirilis, banyak fans gim tersebut bertanya-tanya tentang apa yang berubah dalam gim itu.
Selain daftar transfer pemain terkini dan hadirnya Liga Champions, FIFA 19 hadir dengan peningkatan hal kecil namun sering diminta oleh pemain setianya.
Salah satu hal itu adalah bagaimana raut muka reaksi pemain ketika berinteraksi dengan bola saat pertandingan.
Di FIFA 19, pengembang meningkatkan kemampuan tersebut sehingga gamer dapat melihat raut muka pesepak bola ketika kesakitan, senang, hingga emosi.
3. Taktik Berperang Penting
Siapa dari kamu yang hanya menggunakan taktik dan formasi default di setiap pertandingan?
Walau kamu bisa menang menggunakan taktik tersebut, gamer kini bisa langsung mengatur strategi atau taktik hanya dengan menekan sebuah tombol.
Sebagai bagian dari pengaturan taktik tim di lapangan, gamer dapat mengatur bagaimana 11 pesepakbola bergerak dalam situasi tertentu.

4. Lapangan Tengah Makin Intens

Di beberapa seri FIFA sebelumnya, pengembang fokus dalam peningkatan dalam hal serangan dan bertahan. Kini, lapangan tengah akan menjadi fokus utama di FIFA 19.
Berkat kecerdasan buatan tim lawan, gamerharus lebih kreatif dan agresif untuk merebut bola dari lawan.
5. Kendali Shooting Bola Lebih Baik
Tak hanya membuat lini tengah lapangan lebih 'aktif', EA Sports juga meningkatkan kontrol bola pemain saat melakukan shooting ke arah gawang.
Dengan fitur yang diberi nama Timed Finishing, pemain dapat mengubah tembakan bola biasa menjadi gol yang mampu mengalahkan kiper terbaik sekalipun.

Review Call of Duty – Black Ops 4: Ternyata Tepat Sasaran!

sebuah game yang berhasil mencuri perhatian dunia karena kemampuannya menyajikan cerita dengan karakter memorable dan begitu banyak momen dramatis di dalam mode campaign, menjadi sebuah game yang kini hanya “sekedar” menjual mode multiplayer saja. Tetapi di sisi lain, hal inilah yang sepertinya diinginkan gamer. Diklaim berbasiskan data yang mereka kumpulkan, langkah ekstrim inilah yang dilakukan Treyarch dan Activision dengan Call of Duty: Black Ops 4 yang dilepas ke pasaran beberapa minggu yang lalu. Dan sejauh kami mencicipinya, secara mengejutkan, langkah ekstrim yang satu ini ternyata berujung terbayar manis.Dalam waktu singkat, kami sebenarnya sudah menjajal tiga mode terpisah yang ia jadikan sebagai andalan: mode multiplayer konvensional yang kini juga didukung dengan beberapa format permainan baru, mode battle-royale “Blackout” yang memesona, dan akhirnya mode zombie yang dijadikan sebagai alternatif untuk Anda yang lebih menginginkan sensasi yang lebih kooperatif. Kami pada akhirnya harus mengakui, bahwa pengalaman multiplayer yang ditawarkan ternyata berakhir dengan kesan yang kuat. Hasilnya? Dibandingkan dengan seri-seri Calll of Duty yang lain, kami memang menghabiskan waktu paling banyak dengan Black Ops 4.
Lantas, apa yang sebenarnya ia tawarkan? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang tepat sasaran? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Kelebihan


  • Sensasi multiplayer yang segar tetapi juga familiar
  • Blackout berujung adiktif dan seru
  • Desain level – Blackout ataupun multiplayer konvensional yang seru
  • Ada banyak item kosmetik untuk dikejar
  • Komunitas aktif dan masalah teknis yang minim
  • Desain audio yang punya peran signifikan dalam gameplay
    • Cerita tersemat dalam mode tutorial yang membosankan
    • Mode zombie tetap tidak menggoda
    • Sistem peran dan kerjasama tim yang masih terasa lemah
    Cocok untuk gamer: yang mencintai mode multiplayer COD selama ini, butuh game battle-royale berkelas
    Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan mode campaign kuat, lebih menyenangi sensasi multiplayer pertarungan masif ala Battlefield
  • Kesimpulan


Melegakan adalah kata yang akan kami pilih untuk menjelaskan pengalaman yang kami rasakan dengan Black Ops 4. DI awal, ketika konfirmasi bahwa ia tidak lagi mengusung mode campaign mengemuka, ada rasa pesimis  yang kuat bahwa seri terbaru ini akan berhasil tampil menggoda dan menarik. Namun siapa yang menyangka bahwa dari semua seri Call of Duty yang sempat dirilis ke pasaran, kami justru berakhir menghabiskan waktu terbanyak dengan Black Ops 4. Sistem Specialist di mode multiplayer konvensional berhasil menawarkan sesuatu yang terasa menyegarkan di atas sebuah sistem yang begitu familiar. Blackout juga berujung jadi sebuah game battle-royale yang sudah lama diimpikan, sebuah game yang minim masalah teknis dan memang terasa seperti sebuah game AAA. Semuanya dibungkus pula dengan sistem microtransactions yang hanya berfokus pada kosmetik saja.Namun di sisi lain, bukan berarti game ini sempurna. Dengan semua daya tarik cut-scene keren nan dramatis yang ia racik, sayang sepertinya bahwa ia disematkan hanya di mode tutorial yang sepertinya akan dilewatkan oleh banyak gamer begitu saja. Pembagian peran yang begitu lemah terlepas dari kehadiran sistem hero via Specialist juga cukup mengejutkan, mengingat beberapa karakter terasa hadir dengan skill ofensif setengah hati yang di mode-mode tertentu, hampir mustahil punya peran besar dan butuh balancing lebih jauh. Berangkat dari preferensi pribadi, mode zombie juga berujung tidak semenarik yang kami bayangkan. Setidaknya proses menjajalnya tidak berujung berhasil membuat kami melihatnya sebagai mode esensial yang harus dijajal.
Terlepas dari kekurangan tersebut, Black Ops 4 hadir sebagai kejutan. Sebuah seri yang kami prediksi akan gagal di pasaran berujung menjadi salah satu seri Call of Duty paling seru dan paling adiktif yang pernah kami jajal selama ini. Acungan dua jempol juga pantas diarahkan pada desain Blackout yang berujung menjadi daya tarik yang melebihi ekspektasi.

ASSASSIN'S CREED IV: BLACK FLAG

Belum begitu lama Assassin's Creed IIIdiluncurkan, para gamers sudah dikejutkan kembali dengan hadirnya sekuel terbaru dari seri Assassin's Creed, yaitu Assassin's Creed IV: Black Flag. Rumor mengenai sekuel terbaru itu, telah digembor-gemborkan sejak awal tahun tepatnya pada bulan Februari 2013, sedangkan rilisnya Assassin's Creed III dilakukan pada bulan Oktober 2013. Sehingga dapat disimpulkan, Ubisoft memang sudah mempersiapkan sekuel baru tersebut dan sudah sangat berniat untuk mengejutkan para gamers khususnya fans dari seri game Assassin's Creed.
Assassin's Creed IV: Black Flag memiliki setting waktu pada abad ke-18 dan memperkenalkan assassin baru bernama Edward Kenway, pemuda Inggris yang haus akan bahaya serta petualangan. Edward akan berpetualang sebagai prajurit Royal Navy sampai bajak laut, diantara keadaan perang kerajaan yang besar. Edward yang digambarkan sebagai bajak laut bengis dan petarung yang berpengalaman, terperangkap dalam pertempuran antara kaum assassins dan templars. Bajak laut terkenal seperti Blackbeard dan Charles Vane dapat para gamers lihat di dalam game ketika telah berpetualang ke seluruh wilayah Hindia Barat. Sehingga Assassin's Creed IV: Black Flag ini akan membawa para gamers ke dalam masa-masa kejayaan para bajak laut yang sering disebut "Golden Age of Pirates".

Assassin's Creed IV: Black Flag akan menghadirkan 50 tempat berbeda di dalam game, seperti Kuba, Bahama, Nassau dan Florida Selatan, serta sejumlah area seperti hutan, kuil reruntuhan Suku Maya dan kuburan bangkai kapal di bawah laut. Gameplay sekuel terbaru dari seri game Assassin's Creed itu tidak jauh berbeda dengan seri sebelumnya, pemain masih akan bertarung dengan memanfaatkan berbagai senjata khas assassin dan menghabisi musuh secara sembunyi-sembunyi.

Selasa, 09 April 2019

Review MGS V – The Phantom Pain: Puas dan Kecewa di Saat yang Sama!

Kept you waiting, huh? Setelah cukup lama bermain Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, akhirnya saya merasa cukup siap untuk menyampaikan apa saja yang akan kamu dapatkan pada seri Metal Gear Solid terakhir dari Hideo Kojima. Sebagai game terakhir sang legenda di Konami, apakah gameini mampu untuk membuatmu tidak beranjak dari depan layar?
Saya rasa Metal Gear Solid V: The Phantom Pain akan membuatmu betah berlama-lama duduk sambil menerbangkan setiap domba yang ditemukan. Ya, saya cukup positif bahwa Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah game impian penggemar genre stealth, baik untuk kamu yang sebelumnya pernah menyentuh seri Metal Gear Solid ataupun belum.

Perkembangan Iterasi Kelima Sejak Ground Zeroes

Melanjutkan cerita dari Metal Gear Solid V: Ground Zeroes, kamu masih akan bermain sebagai Big Boss atau yang kali ini disebut sebagai Venom Snake. Paska kehancuran Outer Heaven oleh serangan Cipher, Snake terbangun dari koma dan kini harus kembali membangun “negara impian” sekaligus membalaskan dendam terhadap Cipher yang telah menghancurkan segalanya.
Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot
Cerita yang disuguhkan mungkin akan terasa sedikit berbeda dengan apa yang sudah pernah kamu alami dalam seri Metal Gear Solid sebelumnya. Metal Gear Solid V: The Phantom Pain bisa dibilang memiliki ketebalan cerita yang lebih tipis dibanding apa yang kamu temukan ketika suara Snake masih diisi oleh David Hayter.

Game Karya Hideo Kojima

Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image2Cutscene di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain masih tetap memiliki kualitas arahan yang sangat “Hideo Kojima” dan terasa makin sinematik dengan gerakan kamera yang bergoyang-goyang serta penggunaan lens flare berlebihan. Untuk masalah percakapan via codec, hal tersebut mungkin tidak kembali dimunculkan secara penuh tapi masih bisa dirasakan lewat kumpulan percakapan yang ada di pemutar kaset.
Karakter yang muncul juga mungkin tidaklah sebanyak seri Metal Gear Solid yang sebelumnya dan mungkin tidak terlalu begitu berkesan. Beberapa karakter bahkan sudah pernah disebutkan dalam Metal Gear Solid: Peace Walker.
Perjuangan Snake dalam game ini dimulai pada tahun 80-an, namun tidak terasa seperti zaman ketika A-ha merajai tangga lagu di berbagai belahan dunia. Persenjataan dan perlengkapan yang tersedia terasa seperti layaknya tahun 80-an, namun dengan elemen sci-fi futuristis. Sedikit berlebihan, namun entah mengapa masih bisa dipercaya.
Latar di Afghanistan yang dipenuhi padang pasir juga membuat segala sesuatu terlihat sangat kontras, entah dari segi lingkungan dengan konsep sci-fi ataupun cerita dengan karakternya.Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot3

Game Stealth Padat Isi

Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image3Gameplay yang dihadirkan Metal Gear Solid V: The Phantom Painsangatlah padat konten. Jika di seri-seri sebelumnya Metal Gear Solidakan dipenuhi narasi cerita yang luar biasa dengan kendali yang sulit dikuasai, maka Metal Gear Solid V: The Phantom Pain memiliki gameplay yang sangat luar biasa namun dengan porsi cerita yang lebih sedikit.
Bila harus dijelaskan dengan satu kalimat, maka Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah sebuah game third-person shooter stealth action open-world yang dilengkapi elemen simulasi.
Dalam Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, kamu akan menghabiskan kebanyakan waktu pada suatu daerah di Afghanistan yang liar dan tandus. Seperti layaknya sebuah game open-world,kamu akan menerima berbagai misi utama dan misi sampingan yang bisa kamu lakukan kapanpun. Masing-masing misi akan memberikan berbagai imbalan yang berguna untuk memperkuat perlengkapan hingga markasmu.Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot5

Gameplay yang Kaya Fitur

Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image5Perlengkapan yang mendukung kesuksesanmu dalam menjalankan sebuah misi juga sangat menarik. Mulai dari kotak kardus yang ikonik, phantom cigar yang berguna untuk melalui waktu, hingga tinju roket akan tersedia dalam sederet perlengkapanmu.
Persenjataan juga rasanya tidak perlu ditanyakan lagi karena masing-masing senjata memiliki karakteristik yang unik serta bisa diperbaharui dengan upgrade. Luasnya pilihan perlengkapan ini membuat kamu bisa membuat metode tersendiri dalam menyelesaikan sebuah misi.
Bagaimana caranya untuk mengakses upgradeperlengkapan tersebut? Secara garis besar, kamu harus memperluas Mother Base milikmu dengan berbagai cara seperti merekrut orang hingga melakukan upgrade markas dengan menggunakan berbagai bahan baku yang tersebar di Afghanistan. Mungkin hal ini terkesan seperti sebuah rutinitas, namun rutinitas ini justru terasa cukup menyenangkan.
Pengelolaan Mother Base juga memiliki banyak sekali hal yang bisa kamu eksplorasi dan saya pikir dapat membuat kamu ketagihan ketika berusaha memperkuat markas milikmu itu.Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot9
Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image7Tidak berhenti di situ saja. Dalam masalah stealth, Metal Gear Solid V: The Phantom Pain juga memiliki berbagai cara untuk bisa menyelinap masuk ke pertahanan lawan. Cara-cara seperti masuk ke gorong-gorong, bersembunyi di toilet sambil mengeluarkan “bunyi” yang menjauhkan musuh, berpindah tempat menggunakan kardus, dan sebagainya bisa kamu lakukan untuk bisa menyelesaikan misi tanpa dideteksi musuh sama sekali. Pakaian kamuflase yang kamu gunakan juga sangat berpengaruh pada tingkat visibilitasmu, jadi perhitungkan juga faktor tersebut.
Ada juga sistem Buddy di mana kamu bisa memilih satu partner yang nantinya bisa dibawa ke medan pertempuran. Masing-masing partner memiliki kelebihan dan fungsinya sendiri. Tidak lupa juga perlengkapan milik partner yang kamu pilih juga bisa diperbaharui lewat upgrade dan lainnya.
Pengalaman dalam bermain Metal Gear Solid V: The Phantom Pain terasa sangat beragam meski kamu memainkan sebuah misi untuk kedua kalinya. Berkat AI musuh yang kompleks, perubahan waktu siang dan malam, efek cuaca yang mempengaruhi penglihatan, pemilihan partner, hingga elemen lainnya yang mempengaruhi performamu di lapangan akan sangat mengubah pengalaman dalam game ini. Yang pasti, ada banyak hal baru yang menantimu walaupun sudah cukup lama memainkan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain.
Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot2

Kesimpulan

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah sebuah game yang luar biasa. Mungkin tidak banyak hal yang disampaikan lewat cerita dalam Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Tapi dari segi permainan, game ini berhasil membawakan sebuah gameplay padat konten dengan fitur yang luas serta kendali yang mantap.
Saya berani menyatakan bahwa Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah mahakarya dari Hideo Kojima yang wajib untuk kamu alami sendiri baik untuk penggemar Metal Gear Solidlama maupun pemain baru.




Selasa, 29 Januari 2019

REVIEW GTA 5


Grand Theft Auto V | Art
Seri Grand Theft Auto (atau akrab disingkat GTA) merupakan seri game yang luar biasa populer dari developer Rockstar. Seri ini bermula dari sebuah game open-world 2D dengan sudut pandang kamera top-down dan kepopuleran yang biasa saja, menjadi sebuah game open-world 3D yang sering kali menjadi patokan dasar untuk game lain dengan genre sejenis. Di seri utamanya yang kelima (karena banyak sekali spin-off dari seri Grand Theft Auto), Rockstar kembali menunjukkan kemampuannya untuk menyajikan sebuah dunia yang seru untuk diporak-porandakan, serta cerita yang penuh dengan satire dan referensi ke hal-hal yang berbau ke sosial politik serta kultur populer.
Sebagai salah satu game terbesar di tahun 2013, dan juga merupakan salah satu perilisan ulang terbesar di tahun 2014, sudah sepantasnya kalau Games in Asia akan menyajikan ulasan lengkap game ini untuk kamu. Tapi karena Games in Asia belum pernah menyajikan review Grand Theft Auto V secara lengkap, maka dalam artikel ini saya akan membahas GTA V secara keseluruhan, ditambah dengan perbedaan-perbedaan yang dapat kamu rasakan di versi console generasi lalu dengan generasi sekarang. Tanpa basa-basi lagi karena saya tidak mau Trevor memukuli saya yang membuka artikel ini terlalu panjang, langsung saja kita masuk ke pembahasannya.
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (1)
Grand Theft Auto V | Screenshot (1)
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (2)

Satire Dan Kegilaan

Salah satu hal yang paling seru di Grand Theft Auto V adalah cerita yang diusungnya. Sebuah perubahan paling besar yang dapat kamu temukan di sini adalah adanya tiga karakter sekaligus yang menjadi pemeran utama. Masing-masing karakter memiliki karakteristik unik tersendiri yang membuat game semakin menarik. Kamu akan dikenalkan dengan Michael De Santa yang merupakan seorang pria paruh baya dengan memiliki masalah depresi karena keluarganya yang meskipun berkecukupan bisa dibilang berantakan. Karakter kedua adalah Franklin Clinton, seorang pemuda kulit hitam yang berusaha untuk meniti karir di jalur kriminal sekaligus ingin keluar dari lingkungannya. Terakhir tentu saja Trevor Philips, seorang psikopat paruh baya dan teman satu komplotan Michael dari bertahun-tahun yang lalu.
Hubungan ketiga karakter ini, sekaligus intrik pribadi mereka, membuat Grand Theft Auto Vmenjadi salah satu game dengan cerita paling menarik yang dirilis beberapa tahun terakhir. Selain adanya sudut pandang yang sangat bervariasi, game ini juga memiliki kualitas writingyang sangat bagus dan dijamin bisa membuat kamu tertawa sekaligus menjadi lebih kritis. Kenapa bisa jadi lebih kritis? Karena seperti yang sempat saya singgung di atas, banyak satire dan sindiran terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan isu sosial dan politik dapat kamu temukan di sini.
Selain menambah kedalaman tersendiri dari segi naratif, adanya tiga protagonis yang bisa kamu mainkan di sini tentunya juga menambah seru gameplay dari Grand Theft Auto V. Ditambah lagi selama kamu mengendalikan seorang karakter, karakter lainnya tidak hanya akan diam begitu saja. Bisa jadi saat kamu tengah mengendalikan karakter kemudian berpindah ke karakter lain, karakter baru tersebut akan tengah sibuk melakukan aktivitas tertentu. Misalnya saja karakter seperti Trevor yang tiba-tiba akan kamu kendalikan dalam keadaan hang-over di tempat antah-berantah dengan hanya menggunakan celana dalam saja.
Tidak lupa juga kamu bisa saja bertemu protagonis yang lain ketika tengah berjalan-jalan keliling Los Santos. Jika ini terjadi, kamu akan disuguhi dengan obrolan-obrolan tertentu yang jelas sangat menarik untuk diikuti. Melihat betapa dinamisnya Grand Theft Auto V sering kali membuat saya kagum game ini bisa dirilis di mesin setua PlayStation 3 dan Xbox 360 dan bisa muat dalam sekeping Blu-ray saja.
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (3)
Grand Theft Auto V | Screenshot (2)
Grand Theft Auto V | Map

Los Santos Yang Berbeda

Jika kamu sudah memainkan Grand Theft Auto: San Andreas, tentunya kamu cukup familer dengan kota Los Santos yang merupakan satu dari tiga kota yang terdapat di negara bagian San Andreas (dengan dua kota lainnya adalah San Fierro dan Las Venturas). Grand Theft Auto Vakan berlokasi di Los Santos lagi, tapi jangan harap kamu bisa mengunjungi tempat yang sama persis dengan yang ada di GTA: San Andreas, karena Los Santos yang ada di game ini berbeda dengan Los Santos yang kamu kenal.
Los Santos yang ada di Grand Theft Auto Vterletak di sebuah pulau yang dikelilingi lautan, jadi entah bagaimana nantinya Rockstar akan menghubungkan kota ini dengan dua kota lainnya. Berbeda dengan Grand Theft Autosebelumnya, dan cukup mirip dengan GTA: San Andreas, di sini kamu tidak hanya bisa berkeliling kota saja, tapi bisa juga mendaki gunung, menjelajahi hutan, dan berjalan-jalan di padang pasir ala Amerika (jadi jangan berharap ada unta ya). Sedikit hiburan juga bagi para penggemar San Andreas, di sini kamu masih tetap akan menemukan Grove Street Home alias gang rumah CJ dari GTA: San Andreas, bahkan ada misi yang melibatkan tempat ini juga.
Satu hal yang selalu membuat saya kepikiran, menurut Rockstar peta Grand Theft Auto Vmerupakan peta dalam video game terbesar (setidaknya ketika versi PS3 dan Xbox 360 dirilis), bahkan dikatakan bahwa peta dari game ini lebih besar dari gabungan peta Red Dead Redemption, GTA: San Andreas, dan GTA IV. Meskipun begitu, saat memainkan game ini saya merasa bahwa dunia yang saya jelajahi di GTA: San Andreaslebih besar daripada GTA V. Entah karena medan serta kota yang lebih bervariasi, atau mungkin karena San Andreas lebih bisa memberikan ilusi tempat yang besar dari pada GTA V.
Tapi meskipun keseruan dan feel petualangan yang saya rasakan ketika menjelajahi GTA: San Andreas lebih menarik daripada GTA V, tetap saja tidak bisa dipungkiri bahwa Los Santos di GTA Vmerupakan tempat yang cukup seru untuk dijelajahi. Seberapa seru? Mulai dari untuk melakukan kegilaan seperti kebut-kebutan atau aksi anarkis, sampai ke sekedar melihat-lihat pemandangan atau bersepeda ke atas gunung mencari hantu, semuanya sangat asyik untuk menghabiskan waktu luang kamu (atau bahkan untuk menghabiskan waktu sibuk kamu).
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (4)
Grand Theft Auto V | Screenshot (3)
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (6)

Berbuat Jahat Tidak Pernah Seseru Ini

Seri Grand Theft Auto selalu menjadi sebuah kontroversi karena game ini selalu menempatkan kamu dalam sudut pandang seorang kriminal. Tidak hanya karakter kamu saja yang terlibat dalam dunia kriminal, karakter pendukung di seri ini pun juga tidak jauh dari sisi gelap kehidupan. Dalam Grand Theft Auto V kamu akan bertemu dengan karakter pendukung dari berbagai latar belakang, mulai dari selebriti yang terjebak dalam kehidupan seks liar serta obat-obatan terlarang dan selalu dibuntuti wartawan yang menghalalkan segala cara demi mendapat berita eksklusif tentang selebriti tersebut, petinggi-petinggi Hollywood (di sini bernama Vinewood) yang bisnisnya sangat bersinggungan dengan kriminal, pemilik dealer mobil yang melakukan penipuan kredit kepada pelanggannya, sampai ke polisi korup yang juga sering melakukan hal ilegal hanya demi kenaikan pangkat dan harta duniawi semata. Secara sepintas bisa dibilang peran-peran karakter di game ini sangat mengingatkan saya akan game open-world keren lainnya, Sleeping Dogs.
Tentu saja karena sering berurusan dengan manusia-manusia seperti di atas, kamu akan sering dipaksa melakukan aktivitas-aktivitas berbau-bau kriminal. Di sini kamu bisa melakukan aksi baku tembak dengan kontrol yang tidak menyusahkan (ada pilihan untuk membidik otomatis tapi tidak terlalu memudahkan permainan), aksi kebut-kebutan yang seru di jalan raya, sungai, hutan, atau bahkan udara, sampai ke aksi mengendap-endap layaknya seorang ninja (yang ujung-ujungnya akan berakhir dengan aksi baku tembak membabi buta juga).
Salah satu bagian gameplay yang paling keren di Grand Theft Auto V adalah aksi Heist alias melakukan perampokan berencana. Dalam misi ini, karakter-karaktermu akan diberikan tugas untuk mengumpulkan bahan-bahan seperti mencuri truk sampah dan meninggalkan truk tersebut di tempat aman, memantau tempat target untuk menemukan celah melarikan diri yang baik, dan lain-lain. Dalam misi Heist kamu akan dituntut untuk secara aktif menggunakan ketiga karakter sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tidak hanya seru dilakukan, misi Heist ini juga sangat menarik karena setiap kamu menyelesaikannya, karaktermu langsung akan menerima bayaran yang sangat tinggi dari hasil rampokan tersebut.
Secara keseluruhan, melakukan aksi ilegal di Grand Theft Auto V masih sama serunya seperti di game GTA sebelum-sebelumnya. Meskipun begitu, banyaknya hal yang bisa dilakukan di game ini sering kali membuat saya lebih memilih untuk hidup damai dan melakukan aktivitas-aktivitas positif saja di Los Santos daripada berperilaku seperti psikopat gila yang mengerikan.
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (7)
Grand Theft Auto V | Screenshot (4)

Grand Theft Auto: Online

Selain bermain sendirian menggunakan tiga karakter yang tersedia, kamu juga bisa bermain menggunakan karakter buatanmu sendiri dalam Grand Theft Auto: Online. Dalam mode yang satu ini, kamu bisa menjelajahi peta yang sama persis, tapi dengan pilihan aktivitas yang amat sangat berbeda. Kamu bisa membeli kendaraan untuk dipamerkan di jalan dan disimpan di garasi pribadi, atau kamu bisa juga asal mencuri kendaraan di jalan untuk sekedar pergi dari satu tempat ke tempat lain.
Selain sekedar melakukan kegiatan sesuka hati dengan tidak jelas, kamu juga bisa melakukan berbagai misi bersifat kompetisi atau kooperasi bersama pemain GTA: Online lainnya. Misi yang ada cukup bervariasi dan sangat seru untuk dilakukan. Mulai dari balapan standar, balapan dengan senjata layaknya Mario Kart, aksi tembak-tembakan secara beregu, atau juga aksi saling bunuh layaknya sebuah death match atau royal rumble. Kerennya lagi, khusus untuk PlayStation 4 dan Xbox One, kamu juga akan disajikan dengan misi khusus di mana kamera terkunci dalam sudut pandang first-person dan kamu harus berhadapan dengan lawan kamu layaknya sedang bermain Call of Duty atau Counter Strike.
Grand Theft Auto V | Screenshot (5)
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (8)

Beda Generasi, Beda Pengalaman

Biasanya jika membahas rilisan ulang game dari generasi lalu ke generasi sekarang, saya hanya akan memuji resolusi yang lebih tinggi atau frame rate yang lebih bagus. Sebenarnya hal itu juga berlaku untuk GTA V, tapi bedanya selain perubahan performa, game ini juga menawarkan sebuah fitur baru yang membuat pengalaman bermain langsung berubah dengan drastis. Fitur baru yang saya maksud adalah fitur untuk mengubah sudut pandang kamera dari third-person menjadi first-person.
Perubahan sudut pandang kamera mungkin terdengar simpel, tapi sebenarnya untuk mewujudkan hal seperti ini banyak pekerjaan yang harus dilakukan, mulai dari objek-objek serta animasi-animasi baru yang harus dibuat, sampai ke penyesuaian kontrol agar game dalam mode first-person tidak dianggap sebagai moderusak. Sayangnya pengalaman saya memainkan GTA V dengan sudut pandang orang pertama bisa dibilang sedikit mengecewakan.
Sebenarnya mengecewakan atau tidaknya semua tergantung apa tujuan dan ekspektasi kamu memainkan mode first-person. Kalau tujuanmu hanya menganggap mode ini sebagai gimmick saja, maka mode first-person ini cukup menyenangkan setidaknya untuk sekedar melakukan hal-hal bodoh dengan sudut pandang baru. Tapi kalau kamu berharap menamatkan game ini dan bermain 100% dalam sudut pandang first-person layaknya Far Cry 4, selamat mencoba. Karena bisa dibilang dunia dan misi-misi dalam GTA V betul-betul didesain dengan kamera third-person sebagai standar, jadi jelas ada cukup banyak misi serta aktivitas yang amat sangat sulit dilakukan dengan kamera first-person.
Selain peningkatan performa dan juga fitur first-person, GTA V di PlayStation 4 dan Xbox One juga mendapatkan beberapa penambahan konten dalam game. Konten-konten baru yang dapat kamu temukan tersebar mulai dari berbagai senjata dan kendaraan baru, peningkatan jumlah pemain maksimal dalam satu mode di GTA Online, serta berbagai misi dan event baru yang dapat terjadi dalam game.
Bagi kamu yang memainkan GTA V dengan PlayStation 4, kamu juga disajikan dengan hal minor baru yang sangat keren. Hal yang saya maksud adalah suara yang keluar ketika karakter kamu mengobrol menggunakan handphone. Jika obrolan biasa akan menghasilkan suara di speaker biasa, maka obrolan di handphonesuaranya akan keluar dari speaker yang ada di DualShock 4 kamu. Seperti yang saya sebutkan, hal ini memang sangat minor, tapi bisa memberikan nuansa realistis tersendiri yang bisa meningkatkan pengalaman bermain.
Beberapa dari kamu mungkin bertanya-tanya apakah cukup worth mengulang permainan GTA V kalau kamu sebelumnya pernah memainkan versi PlayStation 3 atau Xbox 360 hanya demi bisa merasakan kamera first-person saja? Jujur, hal itu tidak worth sama sekali. Kalau kamu memang penasaran dengan kamera first-personini, saran saya cukup jajal sebentar di tempat kerabat kamu atau di rental kalau ada. Karena kemungkinan kamu akan merasa bosan dengan mode first-person ini beberapa puluh menit setelah mencobanya.
Grand Theft Auto V | Side Screenshot (9)
Grand Theft Auto V | Screenshot (6)

Kesimpulan: Tiga Karakter Jelas Lebih Baik Daripada Satu

Tidak mengherankan Grand Theft Auto V menjadi salah satu game paling ramai dibicarakan tahun lalu, karena game ini merupakan sebuah gameyang amat sangat ambisius. Mulai dari cerita yang keren, sistem tiga karakter utama yang sangat bagus baik dilihat dari segi gameplay maupun dari segi naratif, serta dunia yang sangat menarik untuk dijelajahi.
GTA V jelas merupakan sebuah game yang pantas untuk dijajal segala jenis gamer, walaupun saya jelas akan sangat melarang anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun memainkan game ini. Karena, meskipun memiliki rating yang sama seperti pendahulu-pendahulunya, konten kekerasan dan seksual yang dapat kamu temukan di GTA V jauh lebih parah dari apa yang pernah disajikan di GTA lain.
Sedangkan untuk gamer yang sebelumnya sudah memainkan versi PlayStation 3 atau Xbox 360, seperti yang telah saya jelaskan di atas, memainkan ulang game ini di PlayStation 4 ataupun Xbox One bukanlah hal yang akan saya sarankan. Kalau memang kamu seorang penggemar seri Grand Theft Auto yang betul-betul ingin bertualang kembali sebagai Franklin, Michael, dan Trevor, saya lebih menyarankan kamu menunggu versi PC yang akan dirilis 27 Januari. Karena bayangkan saja kemungkinan yang bisa terwujud berkat komunitas moddingyang ada di PC … hampir tidak terbatas saya rasa. Walaupun tentu kamu harus menyiapkan PC dengan kemampuan yang mumpuni, serta ukuran hard disk yang besar agar bisa menampung megahnya Los Santos dan kegilaan Trevor di komputer kamu.
Grand Theft Auto V tersedia untuk PlayStation 3 dan Xbox 360 semenjak 17 September 2013. Game ini dirilis ulang untuk PlayStation 4 dan Xbox One pada 18 November 2014, dan akan segera tersedia di PC pada 27 Januari 2015. Sumber:https://id.techinasia.com/review-grand-theft-auto-v
gameplay https://youtu.be/d74REG039Dk