Selasa, 09 April 2019

Review MGS V – The Phantom Pain: Puas dan Kecewa di Saat yang Sama!

Kept you waiting, huh? Setelah cukup lama bermain Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, akhirnya saya merasa cukup siap untuk menyampaikan apa saja yang akan kamu dapatkan pada seri Metal Gear Solid terakhir dari Hideo Kojima. Sebagai game terakhir sang legenda di Konami, apakah gameini mampu untuk membuatmu tidak beranjak dari depan layar?
Saya rasa Metal Gear Solid V: The Phantom Pain akan membuatmu betah berlama-lama duduk sambil menerbangkan setiap domba yang ditemukan. Ya, saya cukup positif bahwa Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah game impian penggemar genre stealth, baik untuk kamu yang sebelumnya pernah menyentuh seri Metal Gear Solid ataupun belum.

Perkembangan Iterasi Kelima Sejak Ground Zeroes

Melanjutkan cerita dari Metal Gear Solid V: Ground Zeroes, kamu masih akan bermain sebagai Big Boss atau yang kali ini disebut sebagai Venom Snake. Paska kehancuran Outer Heaven oleh serangan Cipher, Snake terbangun dari koma dan kini harus kembali membangun “negara impian” sekaligus membalaskan dendam terhadap Cipher yang telah menghancurkan segalanya.
Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot
Cerita yang disuguhkan mungkin akan terasa sedikit berbeda dengan apa yang sudah pernah kamu alami dalam seri Metal Gear Solid sebelumnya. Metal Gear Solid V: The Phantom Pain bisa dibilang memiliki ketebalan cerita yang lebih tipis dibanding apa yang kamu temukan ketika suara Snake masih diisi oleh David Hayter.

Game Karya Hideo Kojima

Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image2Cutscene di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain masih tetap memiliki kualitas arahan yang sangat “Hideo Kojima” dan terasa makin sinematik dengan gerakan kamera yang bergoyang-goyang serta penggunaan lens flare berlebihan. Untuk masalah percakapan via codec, hal tersebut mungkin tidak kembali dimunculkan secara penuh tapi masih bisa dirasakan lewat kumpulan percakapan yang ada di pemutar kaset.
Karakter yang muncul juga mungkin tidaklah sebanyak seri Metal Gear Solid yang sebelumnya dan mungkin tidak terlalu begitu berkesan. Beberapa karakter bahkan sudah pernah disebutkan dalam Metal Gear Solid: Peace Walker.
Perjuangan Snake dalam game ini dimulai pada tahun 80-an, namun tidak terasa seperti zaman ketika A-ha merajai tangga lagu di berbagai belahan dunia. Persenjataan dan perlengkapan yang tersedia terasa seperti layaknya tahun 80-an, namun dengan elemen sci-fi futuristis. Sedikit berlebihan, namun entah mengapa masih bisa dipercaya.
Latar di Afghanistan yang dipenuhi padang pasir juga membuat segala sesuatu terlihat sangat kontras, entah dari segi lingkungan dengan konsep sci-fi ataupun cerita dengan karakternya.Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot3

Game Stealth Padat Isi

Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image3Gameplay yang dihadirkan Metal Gear Solid V: The Phantom Painsangatlah padat konten. Jika di seri-seri sebelumnya Metal Gear Solidakan dipenuhi narasi cerita yang luar biasa dengan kendali yang sulit dikuasai, maka Metal Gear Solid V: The Phantom Pain memiliki gameplay yang sangat luar biasa namun dengan porsi cerita yang lebih sedikit.
Bila harus dijelaskan dengan satu kalimat, maka Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah sebuah game third-person shooter stealth action open-world yang dilengkapi elemen simulasi.
Dalam Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, kamu akan menghabiskan kebanyakan waktu pada suatu daerah di Afghanistan yang liar dan tandus. Seperti layaknya sebuah game open-world,kamu akan menerima berbagai misi utama dan misi sampingan yang bisa kamu lakukan kapanpun. Masing-masing misi akan memberikan berbagai imbalan yang berguna untuk memperkuat perlengkapan hingga markasmu.Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot5

Gameplay yang Kaya Fitur

Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image5Perlengkapan yang mendukung kesuksesanmu dalam menjalankan sebuah misi juga sangat menarik. Mulai dari kotak kardus yang ikonik, phantom cigar yang berguna untuk melalui waktu, hingga tinju roket akan tersedia dalam sederet perlengkapanmu.
Persenjataan juga rasanya tidak perlu ditanyakan lagi karena masing-masing senjata memiliki karakteristik yang unik serta bisa diperbaharui dengan upgrade. Luasnya pilihan perlengkapan ini membuat kamu bisa membuat metode tersendiri dalam menyelesaikan sebuah misi.
Bagaimana caranya untuk mengakses upgradeperlengkapan tersebut? Secara garis besar, kamu harus memperluas Mother Base milikmu dengan berbagai cara seperti merekrut orang hingga melakukan upgrade markas dengan menggunakan berbagai bahan baku yang tersebar di Afghanistan. Mungkin hal ini terkesan seperti sebuah rutinitas, namun rutinitas ini justru terasa cukup menyenangkan.
Pengelolaan Mother Base juga memiliki banyak sekali hal yang bisa kamu eksplorasi dan saya pikir dapat membuat kamu ketagihan ketika berusaha memperkuat markas milikmu itu.Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot9
Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Image7Tidak berhenti di situ saja. Dalam masalah stealth, Metal Gear Solid V: The Phantom Pain juga memiliki berbagai cara untuk bisa menyelinap masuk ke pertahanan lawan. Cara-cara seperti masuk ke gorong-gorong, bersembunyi di toilet sambil mengeluarkan “bunyi” yang menjauhkan musuh, berpindah tempat menggunakan kardus, dan sebagainya bisa kamu lakukan untuk bisa menyelesaikan misi tanpa dideteksi musuh sama sekali. Pakaian kamuflase yang kamu gunakan juga sangat berpengaruh pada tingkat visibilitasmu, jadi perhitungkan juga faktor tersebut.
Ada juga sistem Buddy di mana kamu bisa memilih satu partner yang nantinya bisa dibawa ke medan pertempuran. Masing-masing partner memiliki kelebihan dan fungsinya sendiri. Tidak lupa juga perlengkapan milik partner yang kamu pilih juga bisa diperbaharui lewat upgrade dan lainnya.
Pengalaman dalam bermain Metal Gear Solid V: The Phantom Pain terasa sangat beragam meski kamu memainkan sebuah misi untuk kedua kalinya. Berkat AI musuh yang kompleks, perubahan waktu siang dan malam, efek cuaca yang mempengaruhi penglihatan, pemilihan partner, hingga elemen lainnya yang mempengaruhi performamu di lapangan akan sangat mengubah pengalaman dalam game ini. Yang pasti, ada banyak hal baru yang menantimu walaupun sudah cukup lama memainkan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain.
Review Metal Gear Solid V The Phantom Pain | Screenshot2

Kesimpulan

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah sebuah game yang luar biasa. Mungkin tidak banyak hal yang disampaikan lewat cerita dalam Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Tapi dari segi permainan, game ini berhasil membawakan sebuah gameplay padat konten dengan fitur yang luas serta kendali yang mantap.
Saya berani menyatakan bahwa Metal Gear Solid V: The Phantom Pain adalah mahakarya dari Hideo Kojima yang wajib untuk kamu alami sendiri baik untuk penggemar Metal Gear Solidlama maupun pemain baru.




4 komentar: